Kira-kira
seperti ini dialognya. (dialog sedikit mengalami proses editing dengan tujuan
agar kata-katanya menjadi lebih baku, tetapi pada intinya maksudnya adalah
sama)
A = klien
B = admin
Setelah
smsan beberapa lama tiba-tiba saja.
A = aku galau :/
B = galau kenapa? Cerita lah!
A = aku senang saat melihat dia senang. Aku lega saat melihat dia tertawa. Aku bingung saat lihat dia murung. Aku gelisah saat tidak melihat dia. Apa itu? Apalagi ketika lulus, aku takut tidak bisa mencari tahu kondisi dia seperti apa. Dan orang itu bukan pacarku j**, aku bingung.
B = sudah
berapa lama kamu merasakan hal seperti itu? (dengan gaya seolah-olah dokter
kandungan ulung. *Lho kok dokter kandungan? :hammer)
A = sudah
lebih dari 2 tahun. Aku pernah memilikinya, tapi kemudian aku lepaskan demi
kebaikannya juga. Tapi itu yang membuatnya membenciku.
B = dia sekarang sudah punya pacar?
A = dulu
punya, tetapi sekarang sudah putus. Walaupun di matanya aku buruk sekali, aku
tidak bisa membencinya.
B = seberapa
besar sayangmu ke dia?
A =
entahlah. Aku tidak tahu?
B = kamu
berani melakukan hal apa untuk dia?
A = aku
tidak berani melakukan apa-apa. Untuk bertemu dia saja aku sudah panas dingin.
Terakhir aku hanya memberinya gitar karena dia memang menyukai musik. Itu pun
aku titipkan pada temanku. Aku jadi pengecut kalau menghadapi dia.
B = maksudku
seandainya dia yang memintamu untuk melakukan sesuatu.
A = minta
apa?
B = ya apa
saja untuk membuktikan cintamu.
A =
entahlah. Sepertinya dia masih belum bisa memaafkanku sepenuhnya.
B = apa kamu yakin dia memang sebegitu bencinya
kepadamu?
A = aku
tidak tahu, jok. Yang aku tahu dia benar-benar sakit hati pada ku karena aku
memutuskannya dengan alasan aku bosan. Walaupun bukan itu alasanku yang sejujurnya.
B = kamu
masih punya pacar?
A = masih. Kamu ingin tahu kenapa aku memutuskannya?
B = kenapa?
A = masih. Kamu ingin tahu kenapa aku memutuskannya?
B = kenapa?
A = saat aku
dengannya, teman-teman ku maupun teman-temannya tidak setuju dengan hubungan
kami. Terlebih orang tuanya tidak menyukaiku walaupun mereka tidak mengenalku.
Aku sempat memutuskannya dengan alasan orang tuanya tidak setuju, tetapi dia
tidak mau putus dan dia ingin membujuk orang tuanya. Terus aku berkata aku
bosan padanya, tetapi dia tetap perhatian terhadapku. Sampai akhirnya aku dekat
dengan pacarku yang sekarang. Ini yang membuat dia benar-benar bisa mengakhiri
hubungan itu dengan sakit hatinya. Aku hanya tidak ingin dia memberontak kepada
ibunya. Karena bagi ibunya aku memberi dampak yang negatif buat anaknya.
B = berarti dengan kata lain pacarmu yang
sekarang ini hanya jadi tempat pelarianmu?
A = jujur. Di antara aku dan pacarku tidak pernah ada kata “jadian”. Kami dekat karena waktu. Aku menyayangi pacarku. Tetapi aku tidak mengerti juga kenapa aku masih memikirkan”nya” (mantan pacar)
A = jujur. Di antara aku dan pacarku tidak pernah ada kata “jadian”. Kami dekat karena waktu. Aku menyayangi pacarku. Tetapi aku tidak mengerti juga kenapa aku masih memikirkan”nya” (mantan pacar)
B = kalau
begitu kamu hanya punya dua pilihan. Putuskan pacarmu atau cintai dia dengan
sepenuh hati.
A = aku
tidak bisa memutuskan orang semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih orang
tuanya sudah menganggapku seperti anak mereka sendiri.
B = kalau
begitu kamu harus pilih pilihan yang kedua. Fokuskan dirimu ke dia. Munculkan
cinta dari lubuk hatimu yang terdalam untuknya.
A = aku
tidak yakin. Mungkin karena jarak perlahan hubunganku dengannya akan putus.
Karena yang aku rasa aku dan dia hanya sekedar saling butuh selama di
s********. Tidak benar-benar cinta. Tetapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi
nanti. Aku hanya bingung aku harus seperti apa caranya supaya aku bisa
melupakan dia (mantan). Karena aku sduah lelah memikirkannya dan selalu mencari
tahu kabarnya dari temanku.
B = berarti
kamu selama ini melakukan hal yang tidak ada tujuannya? Buat apa membuang-buang
waktu, tenaga, pikiran, dan bahkan mungkin biaya untuk sesuatu yang tidak ada
tujuannya. Masih banyak hal berguna yang bisa kamu lakukan dibanding melakukan
hal sia-sia seperti itu.
A =
terimakasih j** sudah mau mendengarkan curhatku. (admin berpikir “wah, isyarat
bakal kabur nih klien, padahal belum tuntas apa yang admin sampaikan)
B = satu
lagi pesanku, m**. Jika kita selalu melihat ke masa lalu, kita tidak akan bisa
menikmati masa kini dan kita tidak akan bisa mempersiapkan masa depan.
Percayalah, de javu itu tidak akan pernah terjadi sama persis. Kamu harus
tegas. Jangan sampai kamu harus melakukan kesalahan hanya untuk memaksakan diri
membawa masa lalumu ke masa depanmu.
A =
terimakasih j**, anda memang sahabat terbaik. :*
B =
sama-sama. Itu lah gunanya sahabat. Aku juga senang bisa membantu. Mungkin
memang kamu tidak harus mengikuti apa yang aku katakan. Tetapi setidaknya kamu
memiliki bahan pertimbangan lain untuk mengambil keputusan.
Case 1
closed. Buat admin lain tidak boleh iri karena hanya saya yang mendapat :*.
Hahahaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar