Jumat, 28 September 2012

CURHATAN 28 SEPTEMBER 2012 KLIEN 1 : MASIH SAYANG MANTAN



Kira-kira seperti ini dialognya. (dialog sedikit mengalami proses editing dengan tujuan agar kata-katanya menjadi lebih baku, tetapi pada intinya maksudnya adalah sama)
A = klien
B = admin

Setelah smsan beberapa lama tiba-tiba saja.

A = aku galau :/
B = galau kenapa? Cerita lah!
A = aku senang saat melihat dia senang. Aku lega saat melihat dia tertawa. Aku bingung saat lihat dia murung. Aku gelisah saat tidak melihat dia. Apa itu? Apalagi ketika lulus, aku takut tidak bisa mencari tahu kondisi dia seperti apa.  Dan orang itu bukan pacarku j**, aku bingung.
B = sudah berapa lama kamu merasakan hal seperti itu? (dengan gaya seolah-olah dokter kandungan ulung. *Lho kok dokter kandungan? :hammer)
A = sudah lebih dari 2 tahun. Aku pernah memilikinya, tapi kemudian aku lepaskan demi kebaikannya juga. Tapi itu yang membuatnya membenciku.
B =  dia sekarang sudah punya pacar?
A = dulu punya, tetapi sekarang sudah putus. Walaupun di matanya aku buruk sekali, aku tidak bisa membencinya.
B = seberapa besar sayangmu ke dia?
A = entahlah. Aku tidak tahu?
B = kamu berani melakukan hal apa untuk dia?
A = aku tidak berani melakukan apa-apa. Untuk bertemu dia saja aku sudah panas dingin. Terakhir aku hanya memberinya gitar karena dia memang menyukai musik. Itu pun aku titipkan pada temanku. Aku jadi pengecut kalau menghadapi dia.
B = maksudku seandainya dia yang memintamu untuk melakukan sesuatu.
A = minta apa?
B = ya apa saja untuk membuktikan cintamu.
A = entahlah. Sepertinya dia masih belum bisa memaafkanku sepenuhnya.
B =  apa kamu yakin dia memang sebegitu bencinya kepadamu?
A = aku tidak tahu, jok. Yang aku tahu dia benar-benar sakit hati pada ku karena aku memutuskannya dengan alasan aku bosan. Walaupun bukan itu alasanku yang sejujurnya.
B = kamu masih punya pacar?
A = masih. Kamu ingin tahu kenapa aku memutuskannya?
B = kenapa?
A = saat aku dengannya, teman-teman ku maupun teman-temannya tidak setuju dengan hubungan kami. Terlebih orang tuanya tidak menyukaiku walaupun mereka tidak mengenalku. Aku sempat memutuskannya dengan alasan orang tuanya tidak setuju, tetapi dia tidak mau putus dan dia ingin membujuk orang tuanya. Terus aku berkata aku bosan padanya, tetapi dia tetap perhatian terhadapku. Sampai akhirnya aku dekat dengan pacarku yang sekarang. Ini yang membuat dia benar-benar bisa mengakhiri hubungan itu dengan sakit hatinya. Aku hanya tidak ingin dia memberontak kepada ibunya. Karena bagi ibunya aku memberi dampak yang negatif buat anaknya.
B =  berarti dengan kata lain pacarmu yang sekarang ini hanya jadi tempat pelarianmu?
A = jujur. Di antara aku dan pacarku tidak pernah ada kata “jadian”. Kami dekat karena waktu. Aku menyayangi pacarku. Tetapi aku tidak mengerti juga kenapa aku masih memikirkan”nya” (mantan pacar)
B = kalau begitu kamu hanya punya dua pilihan. Putuskan pacarmu atau cintai dia dengan sepenuh hati.
A = aku tidak bisa memutuskan orang semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih orang tuanya sudah menganggapku seperti anak mereka sendiri.
B = kalau begitu kamu harus pilih pilihan yang kedua. Fokuskan dirimu ke dia. Munculkan cinta dari lubuk hatimu yang terdalam untuknya.
A = aku tidak yakin. Mungkin karena jarak perlahan hubunganku dengannya akan putus. Karena yang aku rasa aku dan dia hanya sekedar saling butuh selama di s********. Tidak benar-benar cinta. Tetapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Aku hanya bingung aku harus seperti apa caranya supaya aku bisa melupakan dia (mantan). Karena aku sduah lelah memikirkannya dan selalu mencari tahu kabarnya dari temanku.
B = berarti kamu selama ini melakukan hal yang tidak ada tujuannya? Buat apa membuang-buang waktu, tenaga, pikiran, dan bahkan mungkin biaya untuk sesuatu yang tidak ada tujuannya. Masih banyak hal berguna yang bisa kamu lakukan dibanding melakukan hal sia-sia seperti itu.
A = terimakasih j** sudah mau mendengarkan curhatku. (admin berpikir “wah, isyarat bakal kabur nih klien, padahal belum tuntas apa yang admin sampaikan)
B = satu lagi pesanku, m**. Jika kita selalu melihat ke masa lalu, kita tidak akan bisa menikmati masa kini dan kita tidak akan bisa mempersiapkan masa depan. Percayalah, de javu itu tidak akan pernah terjadi sama persis. Kamu harus tegas. Jangan sampai kamu harus melakukan kesalahan hanya untuk memaksakan diri membawa masa lalumu ke masa depanmu.
A = terimakasih j**, anda memang sahabat terbaik. :*
B = sama-sama. Itu lah gunanya sahabat. Aku juga senang bisa membantu. Mungkin memang kamu tidak harus mengikuti apa yang aku katakan. Tetapi setidaknya kamu memiliki bahan pertimbangan lain untuk mengambil keputusan.

Case 1 closed. Buat admin lain tidak boleh iri karena hanya saya yang mendapat :*. Hahahaha.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar