Kesuksesan merupakan hal yang
paling menggiurkan bagi siapa saja. Bahkan sebagian besar orang mengatakan
bahwa kesuksesan merupakan pencapaian terbesar yang ingin dicapai dalam
hidupnya. Kesuksesan diartikan oleh orang dengan beragam pengertian. Ada yang mengatakan
sukses itu adalah memiliki banyak harta, sukses adalah ketika berhasil
menciptakan sesuatu yang berguna untuk banyak orang, sukses itu jika kita
memiliki pangkat yang tinggi, dan masih banyak lagi pengertian sukses yang
berbeda yang diartikan oleh kebanyakan orang. Tetapi pada intinya kesuksesan
itu kita anggap tercapai apabila kita bisa mewujudkan cita-cita atau mimpi
kita. Dan saya yakin kita semua sepakat bahwa semua kesuksesan itu berawal dari
sebuah mimpi. Bagaimana bisa kesuksesan itu berawal dari mimpi? Mimpi merupakan
angan atau keinginan yang ingin dicapai di masa mendatang. Mimpi merupakan
faktor utama yang memotivasi diri kita untuk mendapatkan, meraih atau
memperoleh sesuatu. Semua orang sukses pasti pernah memimpikan kesuksesannya. Tidak
ada kesuksesan yang terjadi secara tiba-tiba tanpa disengaja. Kita ambil contoh
dari kesuksesan Pak Mario Teguh sebagai seorang
motivator. Saya yakin dulu pasti beliau pernah bermimpi menjadi seorang
motivator. Sehingga mimpi itu yang mendorong beliau untuk melakukan usaha agar
bisa menjadi seorang motivator. Lalu bagaimana jika sesorang menganggap
kesuksesan itu adalah bisa naik haji. Ternyata dia tidak punya rejeki yang
cukup untuk naik haji sehingga dia tidak pernah terpikir untuk bisa naik haji.
Lalu tiba-tiba ada orang yang bersedia membiayai ongkos naik hajinya. Bukankah
itu adalah kesuksesan yang tidak disengaja dan terjadi secara tiba-tiba? Bukan.
Hal itu memang disengaja. Bagaimana bisa? Bukankah kita sudah tahu bahwa Tuhan
itu Maha Mendengar dan Maha Tahu? Dia Maha Mengetahui apa yang kita lakukan,
yang kita katakan bahkan yang kita pikirkan sekalipun. Orang yang ingin naik
haji tersebut saya yakin pernah dengan sengaja berangan atau bermimpi bisa naik
haji. Jadi itu bukan ketidak sengajaan. Lalu mungkin dia berdo’a kepada Tuhan
agar keinginannya terkabul. Sekali lagi ini merupakan suatu kesengajaan.
Sekalipun seandainya dia tidak berdo’a agar keinginannya terkabul, tetapi dia
pernah memimpikannya. Sehingga Tuhan menganggapnya sebagai suatu do’a. Yang
mana apabila memang orang tersebut sudah cukup pantas mendapatkan mimpinya,
Tuhan akan mengabulkannya. Hal itu juga berlaku untuk kita. Jika Tuhan
menganggap kita pantas untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, maka Tuhan
akan mengabulkan keinginan kita. Apakah cukup dengan mimpi saja? Tentu saja
tidak. Kita harus berdo’a dan terus berusaha untuk mewujudkan mimpi tersebut.
Posisi mimpi hanyalah sebagai tujuan kita. Tapi tentu saja tujuan itu sangat
penting. Kita tidak akan pernah sampai apabila kita berjalan tanpa tujuan.
Kebanyakan dari kita hanya bermimpi, lalu kita menunda usaha untuk mewujudkan
mimpi tersebut. Itu adalah hal yang salah. Saat muncul mimpi dalam diri kita,
segera lah mulai usaha untuk mewujudkannya. Karena, apabila kita menunda untuk
memulai usaha kita, mimpi kita itu akan menguap dan hilang begitu saja.
Jadi, jika ingin sukses mulailah
bermimpi. Bermimpi lah seindah mungkin. Jangan takut mimpi itu tidak terwujud.
Selama kita masih percaya akan kekuasaan Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin
selama kita pantas mendapatkannya. Setelah bermimpi, segera lakukan usaha untuk
mewujudkan mimpi kita sembari kita terus berdo’a. Agar mimpi kita segera
tercapai, teruslah perbaiki diri, pantaskan lah diri sehingga kita menjadi
berhak untuk memperoleh apa yang kita inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar